News image

Sistem Pengelolaan Fungsi Sosial

Untuk memahami sistem pengelolaan fungsi sosial dalam konteks P...

READMORE...
News image

Memetik, Memeram dan Menanam

Perkembangan Pengetahuan Lokal Nelayan dalam Usaha Konservasi B...

READMORE...
News image

Fungsi Sosial Pada PHPL

Kepentingan Fungsi Sosial Dalam Kerangka Hutan LestariDalam ker...

READMORE...
News image

Social Forestry, Sebuah Refleksi

Sepuluh tahun sudah reformasi digulirkan di Indonesia yang meny...

READMORE...
Peoples of the border area

 

PBA

Peoples of the border area adalah masyarakat yang terpinggirkan, tapi juga masyarakat yang menjadi tulang punggung perbatasan antar negara. Bergeser tidaknya patok batas antar negara, bertambah atau berkurangnya lahan negara banyak tergantung pada masyarakat yang hidup dan bermukim di border area.

 

Dilema yang dihadapi masyarakat Indonesia yang hidup di perbatasan jelas memprihatinkan. Letak wilayah kampung mereka yang sangat jauh dari pusat-pusat pertumbuhan regional membuat mereka cenderung terisolasi dari pembangunan infrastruktur maupun ekonomi. Kondisi ini kemudian membuat tingkat kesejahteraan mereka seolah tidak pernah beranjak dari sejak jaman nenek moyang mereka ratusan tahun lalu. Di sisi lain lain, mereka adalah penjaga tapal batas antar negara dan desa mereka adalah buffer zona yang menjadi pagar masuknya para pendatang legal dan ilegal dari negara lain.

 

Kehidupan mereka yang terpencil dari pusat-pusat peradaban dan pusat pertumbuhan regional, membuat mereka lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat dari negara tetangga, terutama untuk hubungan ekonomi. Pada kasus masyarakat yang bermukim di perbatasan Malindo (Malaysia-Indonesia) misalnya, di wilayah Sajingan Besar, Sambas, Kalbar yang berbatasan langsung dengan Biawak, Lundu, Malaysia, jarang dijumpai produk kebutuhan sehari-hari seperti beras dan gula yang berasal dari Indonesia. Masyarakat Sajingan Besar membeli produk-produk tersebut dari Malaysia karena lebih dekat dan lebih mudah mendapatkannya di Biawak ketimbang ke pusat pertumbuhan ekonomi kabupaten yang jaraknya puluhan kali lebih jauh. 

Read more...
 
HTML REPOSITION, FROM COMMUNITY TO SOCIAL NETWORK: Toward a New Paradigm
Tiger

TREND SETTER

Where's brotherhood has no limit, delapan tahun sudah kalimat itu didengungkan dan menjiwai keberadaan HTML sampai saat ini. Dengan semangat persaudaraan itu pula, HTML telah menjelma menjadi komunitas otomotif roda dua terbesar di Indonesia. Dalam kurun waktu delapan tahun lebih (2000-2009), HTML tumbuh begitu pesat dengan 2.000 anggota bernomor dan mencapai 8.000 anggota subscriber di mailing list utama HTML dan website KHTI, tersebar di 20 wilayah dari ujung Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi sampai ke Pulau Bali dan NTB.

 

Dari awal berdirinya, HTML sudah menetapkan diri sebagai komunitas murni otomotif berbasis maya, sebuah bentuk yang berbeda dari kumpulan lain saat itu yang umumnya mengambil bentuk sebagai klub berbasis pertemuan darat. Bentuk komunitas memiliki beberapa keunggulan dibanding klub dari sisi percepatan pertumbuhan sebuah organisasi. Komunitas terbangun dari ikatan-ikatan yang secara rumit saling terkait melalui komunikasi, tanpa mempersoalkan bentuk komunikasi tersebut apakah tatap muka atau melalui media seperti internet. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi (mailing list dan website) inilah, HTML dapat dengan leluasa menumbuhkembahkan komunitas tanpa terhalang oleh waktu, ruang dan jarak.

 

Salah satu komponen pembentuk komunitas adalah ikatan dalam bentuk tujuan, kepercayaan dan pengetahuan. HTML yang dibangun pertama kali berdasarkan persamaan hobby para pendirinya telah memenuhi syarat komponen pembentuknya. Persamaan hobby kemudian berkembang menjadi rasa persaudaraan, telah memunculkan saling kepercayaan di antara anggota, yang semakin mekar ketika kemudian terjadi sharing pengetahuan antar anggota di mailing list dan website maupun pertemuan darat. Kualitas komunikasi antar member begitu bagus dan ini menyatu, tak terpisahkan dengan kualitas komunitas itu sendiri.

Read more...
 

Crafting Institutions

Judul buku: Crafting Inst...

READMORE...

Perlukah Perempuan Berkhitan?

Perlukah perempuan berkhi...

READMORE...

PRA

PRA adalah salah satu pen...

READMORE...

Peoples of the border area

 Peoples of the bor...

READMORE...

MUDIK: Mulang Di Kampung

Mudik adalah fenomena yan...

READMORE...

Keberserahan Yang Keliru

Dunia pelayaran pada dek...

READMORE...

Pranoto Mongso

Indonesia, siapakah yang...

READMORE...

Semua Bermula dari Adaptasi

Judul: Rahasia Sukses Ske...

READMORE...

Pelihara Buku Anda

Buku, bagi sebagian kalan...

READMORE...

Pemanasan Global

Pemanasan global adalah ...

READMORE...

Effects of Cold Water

Serangan jantung dan kebi...

READMORE...

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.