Sistem Pengelolaan Fungsi SosialUntuk memahami sistem pengelolaan fungsi sosial dalam konteks P... READMORE... |
Memetik, Memeram dan MenanamPerkembangan Pengetahuan Lokal Nelayan dalam Usaha Konservasi B... READMORE... |
Fungsi Sosial Pada PHPLKepentingan Fungsi Sosial Dalam Kerangka Hutan LestariDalam ker... READMORE... |
Social Forestry, Sebuah RefleksiSepuluh tahun sudah reformasi digulirkan di Indonesia yang meny... READMORE... |
| Apple Tetaplah Berbuah Apple |
|
"apa kelebihan laptop anda?" tanya seorang kawan yang pada pandangan pertama kelihatannya terpukau dengan warna buah apple, yang menyala putih di bagian depan Macbook Pro, yang saya buka dan nyalakan di depannya. Sadar bahwa si dia mulai tertarik secara fisik pada komputer Apple, saya langsung memanggil dia duduk di kursi samping saya dan mulailah jurus dasar tebar racun, langsung menyarankan dia menyentuhkan jarijarinya menari di atas keyboard silver yang empuk. Jurus kedua dan seterusnya pun meluncur deras, memamerkan kesederhanaan layout fisik laptop, spesifikasi dan kemudian kecantikan dari Mac OS X 10.5.3 Leopard. Fitur langsung beraksi mulai dari yang paling dasar, install dan uninstall program yang hanya perlu menggeser dan menarik. Setelah itu Finder dimunculkan dan semakin membuatnya terkesima melihat struktur file yang tersusun di Finder. Dengan mata berbinar sang kawan dengan sedikit gugup memainkan Dock yang dijejeri berbagai Aplikasi, dan nampak sedikit bengong ketika USB eksternal hardisk ditancapkan dan Time Machine langsung bereaksi meminta konfirmasi apakah backup akan dilakukan atau tidak. Cukup puas mengutak atik shorcut dengan memainkan fitur Zoom dan Slow Motion, tibalah saatnya demo pamungkas jejal virus ke dalam My Mac. Tanpa ragu sebuah USB Flashdisk yang diketahui telah terjangkit virus ditancapkan, lalu membuka Finder dan menunjukkan virus-virus yang ada di dalam Flashdisk yang hanya berupa file yang tidak dikenali dan tanpa mampu mengeksekusi dirinya sendiri. Saya memandang mata kawan tersebut dan melihat sekilas binar di matanya. Sore hari kami menelpon seorang kawan yang selama ini menjadi suplier Mac saya, dan pada jam makan siang keesokan harinya kami duduk lagi di tempat yang sama, tapi kali ini sudah ada Apple putih mulus Macbook di depan dia. Dia tersenyum puas dan saya mengucap syukur.
|





