|
Indonesia, siapakah yang tidak mengenalnya. Negeri yang dihuni begitu banyak suku dengan segala macam budaya yang berbeda satu dengan lainnya. Salah satu yang sangat menarik dari Indonesia adalah adanya suku suku tertentu yang mencoba menganalisa fenomema alam dan kemudian menetapkan fenomena tersebut sebagai landasan hidup dan aktivitas keseharian mereka, termasuk aktivitas ekonomi. Berdasarkan analisa fenomena alam yang terjadi kita dapat mengatakan siapa bilang Indonesia cuma punya dua musim saja yaitu kemarau dan hujan atau timur dan barat? Musim di Indonesia ternyata dibagi lagi menjadi empat yaitu musim penghujan (rendeng), musim mareng (pancaroba), musim kemarau (ketiga), musim labuh (menjelang hujan). Selanjutnya, dari ke empat musim tersebut, dibagi lagi secara lebih detail ke dalam duabelas masa atau yang lasim disebut pranoto mongso (penghitungan musim) yang terdiri dari:
- Mongso koso juga disebut mongso kartiko lamanya 41 hari mulai 17 Juli sampai 26 Agustus. Tanda alam: daun berguguran dan ranting-ranting meranggas. Inilah saat terbaik menanam palawija. Saat ini juga musim belalang bertelur.
- Mongso karo juga disebut mongso puso berlangsung 23 hari, dari 27 Agustus sampai 18 Desember, saat tanah pecah-pecah. Saat ini pohon randu mulai bersemi.
- Mongso katelu lamanya 24 hari, terhitung dari 19 September sampai 12 Oktober. Ditandai dengan tanam-tanaman kacangan mulai merambat. Empon-empon (kunyit, jahe) mulai tumbuh, sementara palawija mulai panen.
- Mongso kapat, lamanya 25 hari, mulai 13 Oktober sampai 6 November. Ditandai dengan mulai mampatnya mata air, sumur-sumur kering, pohon randu mulai berbuah, burung manyar mulai membuat sarang.
- Mongso kalimo, lamanya 27 hari mulai 7 November sampai 3 Desember. Ditandai dengan datangnya hujan. Pohon asam mulai bersemi, empon-empon mulai berdaun, ular mulai berkeliaran.
- Mongso kanem, lamanya 43 hari, mulai 4 Desember sampai 15 Januari. Tandanya, buah-buahan mulai masak, waktunya mengolah tanah, kumbang air mulai keluar.
- Mongso kapitu, lamanya 43 hari, mulai 16 Januari sampai 27 Februari. Banyak orang sakit panas dan sakit perut, banyak sungai banjir dan angin besar. Di sawah padi mulai ditanam.
- Mongso kawolu, lamanya 26 hari, mulai 28 Februari sampai 26 Maret. Musim kucing mulai kawin, padi sudah mulai bunting, serangga masuk fase kepompong.
- Mongso kasongo. Lamanya 25 hari, mulai 27 Maret sampai 20 April. Tandanya, jengkerik mulai mengerik, garengpung mulai berbunyi, padi mulai keluar malai (berbuah tapi belum berisi).
- Mongso kasepuluh, lamanya 24 hari. Mulai 21 April sampai 14 Mei. Musim hewan hamil, burung-burung membuat sarang, padi mulai berisi dan merunduk.
- Mongso desto, lamanya 23 hari mulai 15 Mei sampai 5 Juni. Musimnya burung-burung menyuapi anak-anaknya.
- Mongso sodo, 41 hari dimulai 6 Juni sampai 16 Juli, musim bediding (dingin) sehabis panen padi.
|