News image

Sistem Pengelolaan Fungsi Sosial

Untuk memahami sistem pengelolaan fungsi sosial dalam konteks P...

READMORE...
News image

Memetik, Memeram dan Menanam

Perkembangan Pengetahuan Lokal Nelayan dalam Usaha Konservasi B...

READMORE...
News image

Fungsi Sosial Pada PHPL

Kepentingan Fungsi Sosial Dalam Kerangka Hutan LestariDalam ker...

READMORE...
News image

Social Forestry, Sebuah Refleksi

Sepuluh tahun sudah reformasi digulirkan di Indonesia yang meny...

READMORE...
MUDIK: Mulang Di Kampung

mudikMudik adalah fenomena yang setiap tahun terjadi di Indonesia, terbesar terutama menjelang berakhirnya Ramadhan dan datangnya Idul Fitri. Entah bagaimana awalnya sehingga hari raya keagamaan (terutama Lebaran) menjadi acuan perjalanan kembali para pekerja migran menuju kampung halaman masing-masing. Boleh jadi karena idul fitri-kembali ke fitrah-dijadikan gerbang untuk kembali dan menata pribadi-pribadi yang selama setahun hancur lebur di perantauan.

Kegiatan tahunan ini telah identik dengan hari raya besar keagamaan Islam (dan juga agama lain). Sebuah perjalanan yang akhirnya mendapat legitimasi agama dan membuatnya menjadi tradisi sehingga wajib dilaksanakan setiap tahun. Mengamati fenomena mudik ini yang setiap tahun semakin besar jumlahnya (tahun 2008 diperikirakan 15 juta pemudik), memberikan renungan tersendiri, terutama jika melihat begitu tidak pedulinya para pemudik dengan kondisi yang mereka hadapi ketika melakukan perjalanan, baik dari sisi keselamatan maupun kenyamanan, baik kalangan menengah dan atas maupun kalangan kurang mampu, yang terpenting adalah bisa tiba ditujuan sesuai waktu yang direncanakan.

Dari sisi ekonomi, fenomena mudik nampaknya hanya sedikit terpengaruh oleh kondisi perekonomian yang terjadi di negara ini. Angka kemiskinan boleh bertambah, pendapatan perkapita penduduk boleh tetap di bawah ambang batas kemiskinan, tetapi mudik harus tetap terlaksana, dan terkadang dipaksakan. Selama sebelas bulan para pemudik membanting tulang mencari rejeki yang kemudian sebagian besar penghasilan tersebut dihabiskan pada kegiatan mudik di hari raya lebaran, dan kemudian kembali ke kota untuk melanjutkan kehidupan sehari-hari, bekerja mengumpulkan uang. Siklus ini terjadi terus menerus.

Kegiatan mudik juga tidak terikat dengan status seseorang, dari rakyat jelata sampai pejabat tinggi, kalangan atas, menengah maupun bawah semua ikut mengalir dalam arus perjalanan mudik. Hanya moda transportasi dan tingkat kenyamanan yang membedakannya.

Tradisi mudik berhubungan erat dengan budaya komunal dan ikatan primordialisme bangsa ini, atau lebih tepatnya suku-suku bangsa di Indonesia. Sebuah budaya berkumpul yang sampai saat ini belum berubah dan tetap bertahan. Kemanapun seorang individu merantau, pada saat tertentu ia memerlukan untuk kembali ke komunitasnya, berkumpul bersama keluarga dan kerabat yang kemungkinan juga merantau ke wilayah lainnya. Pada budaya komunal, penghormatan pada leluhur dan orang tua adalah hal penting. Itulah mengapa dalam tradisi mudik, penghormatan pada orang tua menjadi alasan yang sangat kuat. Di sisi lain, agama Islam juga menegaskan pentingnya menghormati para orang tua. Di sinilah terjadi sinergi karena adanya persamaan antara budaya lokal dan ajaran Islam yang akhirnya menghasilkan tradisi mudik yang begitu melekat dengan hari raya keagamaan (Islam).

Dari sisi pewarisan kebudayaan, budaya komunal dan mudik jelas menjamin adanya transfer budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya pada waktu-waktu tertentu, menjamin adanya keseimbangan antara budaya perkotaan yang dibawa pulang para perantau dengan budaya desa mereka, dan menjamin terjadinya keseimbangan ekonomi antara kota-desa dan wilayah lainnya. Mudik jelas menciptakan globalisasi dalam arti sempit, para pemudik menjadi jembatan antara kehidupan perkotaan dengan kehidupan desa.

Dari sisi psikologis, mudik sangat penting artinya bagi para perantau. Kehidupan di perkotaan atau wilayah lain di luar desa asal mereka cenderung merupakan kehidupan heterogen yang keras bagi perantau, terutama jika hidup di antara berbagai suku bangsa lain. Tidak adanya orang serantau di sekitar mereka, orang yang memiliki bahasa dan kelakukan yang sama, kadang memberikan tekanan tersendiri bagi individu. Dengan melakukan perjalanan kembali (mudik), mereka akan berkumpul dengan orang-orang yang sama dengan mereka dari sisi kebiasaan, bahasa dan lainnya. Dengan kembali memasuki lingkungan cultur mereka, para pemudik dapat menata nurani yang cenderung mengalami perubahan di perantauan. Penataan nurani ini sangat penting sebagai modal untuk kembali mencapai keseimbangan jiwa yang dibutuhkan untuk bertahan di perkotaan, sampai datangnya waktu mudik berikutnya.

Mudik juga menjadi jembatan terjadinya migrasi dari desa ke kota. Para pemudik yang setiap tahun kembali ke kampung halaman membawa serta tradisi-tradisi perkotaan yang kemudian secara sengaja atau tidak dipertontonkan kepada masyarakat kampung halaman mereka. Tradisi dan benda perkotaan yang dianggap lebih gemerlap ketimbang tradisi pedesaan menjadi daya tarik tersendiri yang pada akhirnya memunculkan calon-calon migran baru.

 

Crafting Institutions

Judul buku: Crafting Inst...

READMORE...

Perlukah Perempuan Berkhitan?

Perlukah perempuan berkhi...

READMORE...

PRA

PRA adalah salah satu pen...

READMORE...

Peoples of the border area

 Peoples of the bor...

READMORE...

MUDIK: Mulang Di Kampung

Mudik adalah fenomena yan...

READMORE...

Keberserahan Yang Keliru

Dunia pelayaran pada dek...

READMORE...

Pranoto Mongso

Indonesia, siapakah yang...

READMORE...

Semua Bermula dari Adaptasi

Judul: Rahasia Sukses Ske...

READMORE...

Pelihara Buku Anda

Buku, bagi sebagian kalan...

READMORE...

Karpet-karpet di mesjid

Memasuki sebuah mesjid at...

READMORE...

Pemanasan Global

Pemanasan global adalah ...

READMORE...

Effects of Cold Water

Serangan jantung dan kebi...

READMORE...

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.