|
Industrialisasi pedesaan sudah sering kali diangkat ke permukaan dalam berbagai wacana pada berbagai seminar sampai ke prakteknya di berbagai tempat, sebuah model industri yang oleh banyak kalangan dianggap lebih mampu mengangkat derajat dan ekonomi masyarakat yang bermukim di pedesaan, ketimbang industri berbasis budaya bisnis yang tujuan utamanya adalah untuk mencari keuntungan sendiri dan sebanyak banyaknya, yang pada akhirnya berpeluang lebih banyak merusak tatanan desa, tatanan kehidupan masyarakat dan lingkungan sosial budaya serta fisik. Seperti apakah yang namanya industri pedesaan itu. Secara garis besar industrialisasi pedesaan paling sedikit dilandasi oleh prinsip prinsip sebagai berikut:
- Berbasis sumberdaya terbarui lokal/hayati. Artinya industri tersebut memanfaatkan bahan baku dari hewan, tumbuhan dll, yang pemanfaatannya sejalan dengan konservasi sehingga bahan baku tersebut tidak mengalami penurunan jumlah, mendukung bahkan meningkatkan kelestarian bumi.
- Ramah lingkungan-memperbaiki kesuburan tanah, setiap produksi biasanya menghasilkan suatu limbah. Limbah tersebut harus dapat didaur ulang atau di rekayasa kembali oleh masyarakat setempat sehingga tidak mencemari lingkungan. Setiap sumberdaya hayati adalah sumberdaya yang limbahnya pasti dapat terdaur ulang. Penggunaan bahan tambahan dalam prosesnya tidak boleh berasal dari bahan yang tidak terdaur ulang atau bahkan mencemari lingkunga misal logam berat. Penggunaan plastik dan kaca dalam proses pengolahan juga harus sedapat mungkin dihindari.
- Manusiawi-menghargai segenap makhluk hidup. Konsep pembangunan yang akhirnya membuat diskriminatif atas makhluk hidup harus dihindari. Tidak boleh terjadi deskriminasi upah buruh, tidak boleh terjadi anggapan adanya tanaman yang dianggap tak berguna, tidak boleh terjadi pula anggapan bahwa kearifan tradisional adalah kuno atau kemunduran, tidak boleh lagi terjadi anggapan sumber pangan utama hanya beras karena terdapat juga aneka jenis umbi-umbian dan lainnya, bahkan dalam lingkungan sosial tidak perlu terjadi pelibatan masyarakat yang hanya "dianggap tokoh" saja.
- Adil-setiap penyumbang keuntungan dalam usaha berhak menerima keuntungan yang dihasilkannya. Seringkali masyarakat di pedesaan memberikan daun pisang kepada tetangganya untuk dijual. Karena tetangga tersebut diuntungkan dari hasil jual daun pisang itu, maka seharusnya sebagian dari keuntungan tersebut diberikan pula untuk pemberi daun pisang.
- Luwes-adaptif, mampu menyiasati kondisi pasar, teknologi dan tenaga kerja. Pertanian sebenarnya merupakan salah satu model industri pedesaan dimana dapat terdiri atas tanaman akar-akaran, kekayuan, sayuran daun, bunga-bungaan, buah-buahan, pisang-pisangan dan lainnya. Bila kita mampu mengkombinasikannya dengan baik maka hasilnya akan dapat berkelanjutan.
|